Isnin, 6 September 2010

Seniman Agung P.Ramlee








"Aku nak hidup sampai 1000 tahun lagi." Itulah katanya kepada salah seorang sahabatnya. Namun begitu apa yang telah dikatakan itu secara gurauan, kini beransur-ansur berubah menjadi realiti.



Sesungguhnya tiada siapa yang tidak mengenali beliau. Pengenalan kepada seniman agung Allahyarham Tan Sri Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Putih. Beliau yang lebih dikenali dengan nama P.Ramlee bukan sahaja berbakat tetapi juga sebagai ikon seniman sepanjang zaman.


Siapa yang tidak tertawa apabila melihat jenakanya? Siapa yang tidak asyik apabila mendengar lagu-lagunya? Siapa yang tidak sedih apabila melihat lakonan menyayat hatinya? Siapa yang tidak terpana dengan filem arahannya?


Amat sukar untuk mencari insan yang boleh menandingi kehebatan beliau. Apatah lagi untuk mencari mereka yang boleh menggantikan P.Ramlee. Sehingga kini, tiada siapa yang mampu menggantikan tempat beliau sebagai seniman yang serba boleh. Biarpun dari seniman seangkatan dengannya atau pun dari generasi baru seniman yang lebih dikenali sebagai artis pada masa kini.


Tidak ramai yang mengetahui akan kisah dan juga penghidupan seniman agung ini. Rata-rata cuma mengetahui apakah filem yang dilakonkan dan diarahkannya ataupun lagu yang didendangkannya. Tetapi ramai yang tidak tahu akan perjuangannya yang penuh liku dan ranjau. Marilah kita sama-sama menghayatinya.

Selasa, 24 Ogos 2010

KHASIAT KURMA DALAM KESIHATAN DAN ISLAM






Assalamualaikum..para pembaca yang dikasihi,alhamdulilah masih diberi kesempatan untuk saya berkongsi ilmu buat tatapan kita bersama.Saya tertarik dengan tajuk yang diberikan 'Along'sebentar tadi tentang khasiat kurma dalam kesihatan dan pandangan Islam tentang kurma.Tambahan pula,kita di bulan yang mulia ini makanan sunnah semestinya menjadi amalan.Terima kasih buat 'Along' atas perkongsian anda.

Apa yang saya peroleh dari pembacaan,Rasulullah s.a.w. sangat menitik beratkan kesihatan terutama dari segi pemakanan.Baginda sangat teliti dari segi khasiatnya mahupun kesuciannya.Mari kita lihat sunnah yang Rasulullah bawa,iaitu memakan kurma sebagai amalan..

Mengapa baginda berbuat demikian? Antara sebab utamanya adalah kerana baginda mempunyai tugas besar iaitu menyebarkan Islam sehebat mungkin. Untuk tugasan hebat ini, baginda harus memiliki kesihatan yang unggul, fokus yang sangat tajam, kebolehan membuat keputusan dengan cepat (fast decision making), mempunyai tenaga minda yang tinggi agar mampu menpengaruhi umat untuk memeluk Islam. Tidak hairanlah mengapa baginda sehingga hari ini menduduki tangga pertama orang yang paling berpengaruh di dunia menurut satu sumber kajian seorang penulis buku dari Amerika Syarikat.

Apa kaitannya kurma dengan kejayaan baginda? Kurma, kismis, delima, merupakan sebahagian daripada makanan yang bersifat alkali dan apabila diambil dengan kadar yang berpatutan mampu membantu meneutralkan asid yang ada di dalam badan seseorang. Seperti yang kita tahu, asid mengganggu kesihatan, tetapi alkali yang terdapat pada makanan ini mampu mematikan keracunan asid tersebut. Apabila badan kita neutral tidak ada gangguan pada pemikiran dan ketetapan fokus menjadi tinggi. Mental menjadi kuat dan kita mampu merancang strategi dengan baik.

Inilah sebab mengapa Rasulullah bersabda,
“Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan menyebabkan penghuninya kurang sihat”.

Dan baginda bersabda lagi,
“Barangsiapa memakan kismis merah sebanyak 21 biji setiap hari sebelum sarapan pagi, maka dia tidak akan tertimpa penyakit kecuali kematian”.

Sabtu, 14 Ogos 2010

Fatimah Az Zahrah RA, Puteri Kesayangan Rasullullah s.a.w.




Assalamualaikum..w.w.t..
Salam buat pembaca setia,moga kalian diredha..

Marilah kita sama-sama menghayati kisah Puteri kesayangan Rasulullah.Moga menjadi ikutan buat kita terutama kaum hawa..

”Fatimah adalah sebagian dariku, siapa yang menyakitinya bererti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira maka ia telah membahagiakanku.” (Al Hadis) Di kalangan suku Quraisy, Fatimah dikenal fasih dan pintar. Ia meriwayatkan hadis dari ayahnya kepada kedua putranya Hasan dan Husein, suaminya Ali bin Abi Thalib, Aisyah, Ummu Salamah, Salma Ummu Rafi’, dan Anas bin Malik.

Kata ‘Fatimah’ berasal dari suku kata ‘Fathama’ yang berarti menyapih atau menghentikan atau menjauhkan. Sebuah riwayat marfu’ menyebutkan, dinamakan ‘Fatimah’ karena Allah Ta’ala menjamin menjauhkan putri bungsu Nabi SAW berikut seluruh keturunannya dari neraka. Riwayat ini diketengahkan oleh al Hafidz ad-Dimasyqi. Sementara riwayat versi an-Nasa-i menyebutkan bahwa Allah Ta’ala akan membebaskan Fatimah beserta orang-orang yang mencintainya dari neraka.

Fatimah juga disebut al-Battul yang bererti memisahkan, karena kenyataannya ia memang terpisah atau berbeda dari wanita-wanita lain sesamanya, baik dari segi keutamaan, agama dan kecantikannya. Ada yang mengatakan, karena ia memisahkan diri dari keduniaan untuk mendekat kepada Allah Ta’ala.


Fatimah Az-Zahra sangat terkenal di dunia Islam, karena hidup paling dekat dan paling lama bersama Nabi Muhammad SAW. Dari dialah keturunan Nabi Muhammad berkembang yang tersebar di hampir semua negeri Islam. Di kalangan penganut syiah, dia dan Ali bin Abi Thalib dianggap sebagai ahlulbait (pewaris kepemimpinan) Nabi Muhammad SAW.

Fatimah dilahirkan di Makkah pada 20 Jumadil Akhir, 18 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah atau di tahun kelima dari kerasulannya. Dia adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW setelah Zainab, Ruqayah dan Ummu Kaltsum. Saudara laki-lakinya yang tertua Qasim dan Abdullah, meninggal dunia pada usia muda.

Setahun setelah hijrah, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin bi Thalib. Banyak yang ingin menikahinya kala itu. Maklum saja, selain rupawan, ia adalah perempuan terhormat, anak Rasulullah SAW. Dia pernah hendak dilamar oleh Abu Bakar dan Umar, keduanya sahabat Nabi Muhammad SAW, namun ditolak secara halus oleh Rasulullah SAW.

Sementara itu, Ali tidak berani melamar Fatimah kerana kemiskinannya. Namun Nabi Muhammad SAW mendorongnya dengan memberi bantuan sekadarnya untuk persiapan rumah tangga mereka. Maskawinnya sebesar 500 dirham (10 gram emas), sebagian diperolehnya dengan menjual baju besinya. Nabi Muhammad SAW memilih Ali sebagai suami Fatimah karena ia adalah anggota keluarga yang sangat arif dan terpelajar, di samping merupakan orang pertama yang memeluk Islam.

Dari perkawinan Fatimah dan Ali, lahirlah Hasan dan Husein. Keduanya terkenal sebagai tokoh yang meninggal terbunuh di Karbala. Tak lama kemudian lahir berturut-turut: Muhsin serta tiga orang putri, Zaenab, Ummu Kaltsum, dan Ruqoyyah.

Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering juga kekurangan. Beberapa kali ia harus menggadaikan barang-barang keperluan rumah tangga mereka untuk membeli makanan, sampai-sampai kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun demikian, mereka tetap bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.

Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kepada Ali, ”Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku, siapa yang membuatnya gembira, maka ia telah membahagiakanku.” Ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sehubungan dengan keinginan seorang tokoh Quraisy untuk menikahkan anak perempuannya kepada Ali. Ali tidak menolak tetapi segera dicegah oleh Rasulullah SAW.

Sikap Nabi Muhammad SAW semakin keras ketika Abu Jahal manawarkan anak perempuannya kepada Ali. Nabi Muhammad SAW mengatakan, ”Ceraikan dulu Fatimah jika Ali berniat untuk menikahkannya.” Ini merupakan bukti kuat akan kecintaan Rasulullah SAW kepada putri bungsunya ini. Memang Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Muhammad SAW sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada hentinya menagis.

Nabi Muhammad SAW memanggilnya dan berbisik kepadanya, tangisannya semakin bertambah, lalu Rasulullah SAW berbisik lagi dan dia pun tersenyum. Kemudian hal tersebut ditanyakan orang kepada Fatimah, dan dia menjawab bahwa dia menagis karena ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa tak lama lagi sang ayah akan meninggal, tapi dia tersenyum karena seperti kata ayahnya, dialah yang pertama akan menjumpainya di akhirat nanti.

Fatimah meninggal tak sampai selang setahun dari ayahnya. Diriwayatkan dari Aisyah RA, ”Fatimah wafat setelah enam bulan ayahnya, Rasulullah SAW, tepatnya pada hari Selasa bulan Ramadlan tahun 11 Hijriyah. Fatimah RA wafat dalam usia 28 tahun. Merasa ajal seudah dekat, dia membersihkan dirinya, memakai pakaian yang terbaik, memakai wewangian dibantu oleh iparnya, Asma bin Abi Thalib. Dia meninggal dengan satu pesan; hanya Ali, suaminya, yang boleh menyentuh tubuhnya.” Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dia adalah tokoh wanita dalam bidang kemasyarakatan, orangnya sangat sabar dan bersahaja, dan akhlaknya sangat mulia.

Semoga kisah puteri kesayangan Rasulullah ini banyak menberi panduan agar kita mensyukuri nikmat kurniaan-Nya terutama yang bergelar wanita..dan menjadi ikutan kita bersama..

Rabu, 11 Ogos 2010

KELEBIHAN SEMBAHYANG SOLAT TARAWIH





Assalamualaikum pembaca sekalian...Marilah kita sama-sama memanjatkan kesyukuran kepada Yang Maha Esa...alhamdulilah dengan izinnya dapat kita bertemu lagi dengan bulan yang penuh keberkatan ini iaitu Ramadhan,terlalu banyak makrifat yang diturunkan untuk hamba-hambanya....

Pembaca yang di kasihi,antara amalan sunat yang kita nanti-nantikan pada bulan keberkatan ini adalah solat sunat Tarawih.


Diriwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi S.A.W. tentang fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat terawih pada bulan Ramadan:


Malam 1 - keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.


Malam 2 - diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang terawih serta kedua ibu bapanya (sekiranya mereka orang beriman).


Malam 3 - berseru Malaikat di bawah 'Arash supaya kami meneruskan sembahyang terawih terus menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.


Malam 4 - memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan AL-Quran.


Malam 5 - Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.


Malam 6 - Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma'mur (70 ribu Malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang terawih pada malam ini.


Malam 7 - Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi 'Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fir'aun dan Hamman.


Malam 8 - Allah mengurniakan pahala orang sembahyang terawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim 'Alaihissalam.


Malam 9 - Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhammad S.A.W.


Malam 10 - Allah swt mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.


Malam 11 - Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baru dilahirkan.


Malam 12 - Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).


Malam 13 - Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.


Malam 14 - Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang terawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.


Malam 15 - Semua Malaikat yang menanggung 'Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.


Malam 16 - Allah swt tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.


Malam 17 - Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.


Malam 18 - Seru Malaikat: Hai Hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibu bapa engkau (yang masih hidup atau mati).


Malam 19 - Allah swt tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.


Malam 20 - Allah kurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.


Malam 21 - Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada Nur.


Malam 22 - Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru hara di Padang Mahsyar).


Malam 23 - Allah swt binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada Nur.


Malam 24 - Allah bukakan peluang 24 doa yang mustajab bagi orang berterawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).


Malam 25 - Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.


Malam 26 - Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.


Malam 27 - Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Siratulmustaqim seperti kilat menyambar.

Malam 28 - Allah swt kurniakan kepadanya 1000 darjat di akhirat.


Malam 29 - Allah swt kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.


Malam 30 - Allah swt beri penghormatan kepada orang berterawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman:

"Hai hambaKu: makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang bernama 'Al-Kausar'

Rabu, 4 Ogos 2010

Tsa' labah Bin Abdurrahman Remaja Hebat




Seorang pemuda dari kaum anshar yang bernama Tsa’labah bin Abdurrahman telah masuk Islam. Dia sangat setia melayani Rasulullah saw. dan cekatan. Suatu ketika Rasulullah saw. mengutusnya untuk suatu keperluan. Dalam perjalanannya dia melewati rumah salah seorang dari Anshar, maka terlihat dirinya seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Dia takut akan turun wahyu kepada Rasulullah saw. menyangkut perbuatannya itu. Maka dia pun pergi kabur.

Dia menuju ke sebuah gunung yg berada diantara Mekkah dan Madinah dan terus mendakinya.Selama empat puluh hari Rasulullah saw. kehilangan dia. Lalu Jibril alaihissalam turun kepada Nabi saw. dan berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, `Sesungguhnya seorang laki-laki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku.’”
Maka Nabi saw. berkata, “Wahai Umar dan Salman! Pergilah cari Tsa’laba bin Aburrahman, lalu bawa kemari.”
Keduanya pun lalu pergi menyusuri perbukitan Madinah. Dalam pencariannya itu mereka bertemu dengan salah seorang penggembala Madinah yang bernama Dzufafah.

Umar bertanya kepadanya, “Apakah engkau tahu seorang pemuda di antara perbukitan ini?”Penggembala itu menjawab, “Jangan-jangan yang engkau maksud seorang laki-laki yang lari dari neraka Jahanam?”“Bagaimana engkau tahu bahwa dia lari dari neraka Jahanam?” tanya Umar.

Dzaufafah menjawab, “Karana, apabila malam telah tiba, dia keluar kepada kami dari perbukitan ini dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, “Mengapa tidak cabut saja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti keputusanMu!”“Ya, dialah yg kami maksud,” tegas Umar. Akhirnya mereka bertiga pergi bersama-sama.Ketika malam menjelang, keluarlah dia dari antara perbukitan itu dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, “Wahai Tuhan, seandainya saja Engkau cabut nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti-nanti keputusan!”

Lalu Umar menghampirinya dan mendekapnya. Tsa’labah berkata, “Wahai Umar! Apakah Rasulullah telah mengetahui dosaku?”“Aku tidak tahu, yang jelas kemarin beliau menyebut-nyebut namamu lalu mengutus aku dan Salman untuk mencarimu.”Tsa’labah berkata, “Wahai Umar! Jangan kau bawa aku menghadap beliau kecuali dia dalam keadaan solat”Ketika mereka menemukan Rasulullah saw. tengah melakukan solat, Umar dan Salman segera mengisi shaf. Tatkala Tsa’laba mendengar bacaan Nabi saw, dia tersungkur pengsan.

Setelah Nabi mengucapkan salam, beliau bersabda, “Wahai Umar! Salman! Apakah yang telah kau lakukan pada Tsa’labah?”Keduanya menjawab, “Ini dia, wahai Rasulullah saw!” Maka Rasulullah berdiri dan menggerak-gerakkan Tsa’labah yg membuatnya tersedar.Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Mengapa engkau menghilang dariku?”Tsa’labah menjawab, “Dosaku, ya Rasulullah!”Beliau mengatakan, “Bukankah telah kuajarkan kepadamu suatu ayat yg apat menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan?”
“Benar, wahai Rasulullah.”

Rasulullah saw. bersabda,

“Katakan… Ya Tuhan kami, berilah kami sebahagiaan di dunia dan di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka.” (QS al-Baqarah:201)

Tsa’labah berkata, “Dosaku, wahai Rasulullah, sangat besar.”Beliau bersabda,”Akan tetapi kalamullah lebih besar.”Kemudian Rasulullah menyusul agar pulang kerumahnya. Di rumah dia jatuh sakit selama delapan hari. Mendengar Tsa’labah sakit, Salman pun datang menghadap Rasulullah saw. lalu berkata, “Wahai Rasulullah! Masihkah engkau mengingat Tsa’labah? Dia sekarang sedang sakit keras.”
Maka Rasulullah saw. datang menemuinya dan meletakkan kepala Tsa’labah di atas pangkuan beliau. Akan tetapi Tsa’labah menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau.”Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pangkuanku?” tanya Rasulullah saw.“Karana penuh dengan dosa.” Jawabnya

Beliau bertanya lagi, “Bagaimana yang engkau rasakan?”“Seperti dikerubuti semut pada tulang, daging, dan kulitku.” Jawab Tsa’labah.Beliau bertanya, “Apa yang kau inginkan?”“Ampunan Tuhanku.” Jawabnya.

Maka turunlah Jibril as. dan berkata,

“Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, `Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula.’

Maka segera Rasulullah saw. memberitahu akan hal itu kepadanya. Mendengar berita itu, terpekiklah Tsa’labah dan langsung ia meninggal.Lalu Rasulullah saw. memerintahkan agar Tsa’labah segera dimandikan dan dikafani. Ketika telah selesai menyolatkan, Rasulullah saw. berjalan sambil berjingkat-jingkat. Setelah selesai pemakamannya, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah! Kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat.” Beliau bersabda, “Demi Zat yang telah mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya! Kerana, banyaknya malaikat yang turut melayati Tsa’labah.”

Khamis, 29 Julai 2010

Andai Mesir Kehidupan ku......



Adam(Bukan nama sebenar)...Luahan hati seorang sahabat..telah terdetik dihati saya untuk berkongsi kisah benar seorang hamba Allah ini tentang kehidupannya..Buat renungan bersama.........

Aku dilahirkan dalam keluarga yang cukup mewah,cukup sempurna. Segala kemewahan di limpahkan kepada ku dan kakakku. Cakap saja apa yang kami inginkan pasti ditunaikan. Namun disebalik kemewahan kehidupan aku merasakan jiwaku cukup kosong. Sepanjang hidupku aku tidak penah di dedahkan dengan ajaran agama. Mana tidaknya ibu bapa ku tidak penah melaksakan tangggungjawab sebagai seorang muslim.

Penah satu ketika aku bertanya kepada mereka mengapa aku tidak diajar tentang agama,jawapannya masih terlalu awal untuk ku mengetahui tentang hal itu. Itu semua boleh belajar pada waktu tua nanti. Lalu aku dan kakakku hanyut oleh arus dunia. Orang tuaku bekerja sebagai bisnessman. Namun bukanlah peniagaan biasa tetapi bapaku sebagai CEO perdagangan manusia,lebih senang dikenali dengan "Bapak Ayam". Sungguh tinggi darjat bapaku di kalangan kawan-kawannya, cakap saja "Roy" pasti orang mengenalinya. Manakala ibu ku pula bekerja sebagai GRO, tetapi kelas atasan... Mahunya kehidupan kami tidak semewah ini.
Namun aku dan kakakku tidak penah malu dengan pekerjaan orang tua kami asalkan duit masuk..

Selepas tamat persekolahan kakakku mengikut jejak langkah ibuku. Juga GRO kelas atasan. Kami jarang jumpa atau berhimpun. Keluargaku cukup mudah,semuanya sibuk dengan hal masing-masing. Aku tidak berkerja kerana duit poketku tidak penah kering. Hidup ku hanya "Enjoy" semata-mata. Perempuan..memang mudah untuk aku perolehi. Sogok saja dengan duit pasti sudah dalam gengamanku. Memang seronok hidupku.

Namun pada suatu hari aku di pertemukan dengan sahabat baikku.Namanya Taufiq. Orangnya simple tapi warak sikit. Tapi aku tak kisah berkawan dengannya.Dia tidak seperti orang yang warak lain,tidak penah melekehkan orang sepertiku. Aku suka berkawan dengannya. Dia selalu juga memberi "Ceramah" padaku.Biasa la orang macam aku tak kan lut punya dengan ceramah seperti itu. Namun hati ku cukup tenang berkawan dengannya.

Sehinggalah pada suatu ketika, suatu malam aku bermimpi bahawa aku di bakar hidup-hidup sakit sangat...panasnya..dasyat sekali..aku tidak dapat menahan lalu ku pekek meminta tolong..apa yang aku lihat hanyalah wajah sahabatku Taufiq..aku memanggil Taufiq...tolong aku.. Taufiq.. tolong..tolong..aku... tolooooonggggg..!

Lalu aku terjaga dari tidurku..Linangan air mata membasahi pipiku.Apa makna disebalik mimpiku itu. Aku takut sangat..Aku tidak penah merasa takut seperti itu..dan aku tidak penah mengalaminya...Lalu aku terus menelifon Taufiq...Pada msa itu jam menunjukkan 3 pagi.. Taufiq menjawab..nya Taufiq belum tidur... Aku jadi serba salah,Aku berasa takut untuk menceritakan..Dalam tangisan teresak-esak seperti anak kecil aku menceritakan peristiwa yang menimpa ku. Taufiq menenangkanku..Katanya mungkin rahmat dari Allah turun padaku. Aku fikir sejenak apa itu rahmat..??? Allah..???..aku tidak mengerti..

Keesokkan harinya aku seperti biasa dengan aktiviti ku,aku dengan mudah melupakan apa yang berlaku. Tapi pada malam hari mimpi itu menerpa lagi dalam tidurku. Bukan sehari tetapi tiap-tiap malam mimpi yang sama menemaniku. Aku jadi bigung dengan apa yang berlaku.Setiap kali mimpi itu menjelma Taufiqlah tempat aku mengadu. Pada ibu dan bapaku,tidak mungkin sekali aku meluahkan pada mereka. Sudah sebulan mimpi itu menghantuiku. Sehinggalah aku tidak boleh tidur di rumah...Aku jadi takut sekali.

Aku menyurakan pada Taufiq tentang keadaanku, lalu Taufiq tanpa segan silu mengajak ku tinggal di rumahnya. Aku menolak kerana ku tahu aku tidak biasa hidup dengan orang lain. Tetapi apa kan daya walau dimana aku tidur mimpi yang sama menemaniku.Seolah-olah mengekoriku.

Hinggalah pada suatu hari aku bersetuju untuk tidur di rumah Taufiq. Bermulalah episod yang memang asing bagi penghidupanku. Dirumah Taufiq aku dilayan dengan baik sekali..Walau pun cuma tinggal ibunya saja yang sudah uzur..tetapi tetap melayanku seperti anak sendiri...Aku merasakan satu perasaan yang penuh kelembutan mengalir dalam jiwaku..Tatkala ibu Taufiq melayan ku...Aku begitu bahagia..Tidak penah seumur hidup ku dilayan sebegitu rupa...Dirumah Taufiq aku dapat tidur dengan nyenyak sekali. Pada suatu hari aku terdengar suara seolah-olah orang membaca sesuatu di malam hari. Aku tidak mengerti apa yang dibacanya. Lalu ku bangun dari tidurku dan ku lihat Taufiq sedang leka membaca sesuatu. Aku mendekatinya,tetapi tidak menegur takut nanti menggangu pula. Tatkala aku mendengar bait-bait bacaan tersebut,hati ku tiba-tiba luluh,seolah-olah ada sesuatu yang menyelinap masuk ke tubuhku. Sejuk sekali,tenang seperti air yang mengalir. Aku terus mendengar sehingga aku tidak sedar bilanyanya aku tertidur........(bersambung)
Aku terjaga dari tidurku...terasa tangan lembut menyetuh ubun-ubunku.."Nak bangun nak sudah subuh..mari kita jemaah bersama-sama.."...rupa-rupanya ibu Taufiq disisiku..Aku melihat Ibunya berpakaian putih muslimah lengkap seperti aku lihat di tv untuk orang-orang bersolat..Dan pda masa yang sama aku melihat Taufiq sedang tersenyum padaku..seolah-olah rupaku seperti budak kecil yang tidak mengerti apa-apa...'Ibu'..itu panggilan aku kepada ibu Taufiq..ibunya yang menyuruhku memanggil begitu..'maaf bu,saya tidak penah berjemaah..err..apa itu jemaah ibu..??..tanya ku terpunga-pinga..Ibu Taufiq memandangku dengan penuh rasa cinta...lalu dia menyuruh Taufiq mengajarku mengambil wuduk...
Itulah Solat Subuh yang pertama dalam hidupku...sepanjang aku di rumah Taufiq kehidupanku banyak berubah...Aku mula kenal apa itu agama...aku kenal solat,aku belajar mengaji dan juga aku berlajar puasa..segala yang dituntut sebagai seorang muslim telah aku pelajari...Hidupku aman,tenang dan tenteram sekali...Setiap malam aku bertahajjud kepada Tuhan...setiap tahajjudku dilakukan dengan deraian air mata..aku terlalu naif tentang agama..terlalu hina aku dimata Yang Maha Esa....Allah hu ya Rabb....
Pada suatu hari Taufiq bertanya kepadaku..'Adam tak mahukah kamu pulang ke rumah kamu..?..Lalu ku menjawab.."Apa guna aku pulang ke sarang maksiat lagi..aku cukup tenang disini.."..Taufiq tersenyum lalu dia berkata.."Adam sahabatku...pulanglah jenguk orang tua mu..walau apa pun kehidupan mereka,mereka tetap orang tua mu,mohonlah restu dari mereka dan barulah kamu boleh hidup dengan amannya..'
Aku pulang kerumahku..kosong..tiada penghuni.."RUMAH UNTUK DIJUAL"...Apa maksud semua ini...seingat aku sudah enam bulan aku idak bertemu dengan orang tuaku..dan mereka tidak penah mencariku...aku menghubungi orang tuaku..langsung tidak dijawab..kemana mereka semua pergi...aku terus berlalu..perjalananku untuk pulang semula ke rumah Taufiq...Sewaktu aku berjalan menyusuri perumahan di kawasan rumah aku bertemu sahabat baik yang sama-sama "enjoy" sewaktu dahulu...Aku menegurnya...'Mike'...dia memalingkan wajahdan terus merenung mukaku..seolah-olah memandang hantu di depannya...aku tersenyum..'siapa kau'..mungkin hairan dengan penampilan ku..'Aku Adam...Adam Haikal..'...'Adam Haikal..anak dato Rashid..'..aku mengangukkan kepala...dia begitu hairan melihatku..aku sudah bersedia dengan tanggapan orang terhadapku... lalu aku terus bertanya..apa sudah jadi dengan keluargaku..
Berderai air mataku......keluargaku hancur....dasyat sekali kemurkaan yang maha esa...Bapaku kemalangan,ibuku di penjara manakala kakakku menunggu ajal kerana mengidap HIV...Aku menagis semahu-mahunya..dan masa yang sama aku bersyukur masih diberi kesempatan yang maha esa untuk bertaubat...Taufiq...dan hidayah masih menyinari dalam hidupku...Taufiq...ya Taufiq sahabat ku dunia akhirat...
Aku pulang ke rumah Taufiq dan meluahkan apa yang menimpa keluargaku..Taufiq memelukku seerat-eratnya...kami sama-sama menangis.....Pada keesokkan harinya aku meluahkan hasrat untuk aku lebih mendalami agama..Taufiq mengajakku untuk mengikutinya ke mesir untuk menyambung pengajiannya..
Hampir 4tahun aku di bumi mesir..segala yang berlaku dalam hidupku masih berlegar-legar seolah-olah baru semalam terjadi...Taufiq menyurakan mahu pulang ke Malaysia..Aku berkata padanya.."pulanglah Taufiq..Bumi mesir ini penghidupanku...'Aku mahu mati di sini....
Begitulah kisah seorang hamba Allah yang masih diberi kesempatan untuk bertaubat.Kita sebagai manusia memang tidak lepas dari melakukan kesilapan..tetapi yang nyata Allah itu Maha pengasih dan Maha penyayang dia akan memberi hidayah kepada siapa 7yang dia mahu...Marilah perbanyakkan doa moga hidayah allah sentiasa bersama kita....sebagai renungan bersama.




Salam Ramadhan Buat Sahabat Semua







Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan....



Assalamualaikum sahabat pembaca sekalian.....Tidak lama lagi kita akan menyambut bulan yang mulia,bula yang penuh keberkatan..iaitu bulan Ramadhan...Macam mana persediaan anda semua... Diharap kita semua diberi kesempatan untuk meraikannya...

Bulan Ramadan adalah bulan mulia yang dikenali sebagai bulan ibadah yang dipenuhi dengan kebaikan, hikmah dan barakah. Hal ini telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam:

قَدْ جَاءَ كُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ.

"Telah tiba kepada kamu bulan Ramadan, bulan keberkatan".[1]

Telah dimaklumi oleh sekalian muslim dan muslimah bahawa AllahSubhanahu wa-Ta'ala telah memerintahkan kepada setiap orang-orang yang beriman agar berpuasa di bulan Ramadan. Terdapat banyak ayat-ayat muhkamat yang mewajibkan mereka berpuasa apabila tiba bulan Ramadan sebagaimana firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِىْ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالفُرِقَانِ ، فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ.

"Pada bulan Ramadan yang diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan dari petunjuk, memperbezakan antara hak dengan yang batil maka sesiapa yang hadir di antara kamu di bulan itu hendaklah ia berpuasa".

Al-Baqarah, 2:185.

Puasa dibulan Ramadan merupakan perisai dari melakukan maksiat dan kejahatan, penyelamat dari siksaan api neraka dan pembuka jalan untuk ke syurga. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam bersabda:

مَنْ آمَنَا بِاللهِ وَبِرَسُوْلِهِ وَاَقَامَ الصَّلاَةِ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يُدَخِّلَهُ الْجَنَّةَ.

"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan RasulNya, mendirikan solat dan berpuasa di bulan Ramadan, maka adalah satu kebenaran atas Allah memasukkannya ke syurga".[2]

Terlalu banyak dalil-dalil dari al-Quran dan hadis-hadis sahih yang menerangkan tentang kebaikan, barakah dan pahala yang diberikan oleh AllahSubhanahu wa-Ta’ala kepada orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan kesedaran sebagaimana dijelaskan di beberapa hadis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam:

اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ.

"Puasa itu adalah perisai (penyelamat) dari azab Allah".[3]

Orang yang berpuasa dilarang dari berkata-kata yang kotor seperti mengumpat, menyakiti orang lain dengan perbuatan dan mulutnya serta tidak boleh memaki-hamun sembarangan. Tegahan ini terdapat dalam hadis Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam:

اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ فَاِذَا كَانَ اَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلاَ يَرْفَثْ وَلاَ يَجْهَلْ فَاِنِ امْرُؤٌ شَتَمَهُ اَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ اِنِّيْ صَائِمٌ.

'Puasa itu perisai, apabila ada salah seorang kamu di suatu hari sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata keji (kotor), jangan berlaku jahil dan jika ada seseorang memakinya atau mahu membunuhnya maka katakanlah sesungguhnya aku sedang berpuasa".[4]

Kemuliaan orang yang berpuasa di sisi Allah berbeza dengan ibadah-ibadah yang lain, sehingga pahala orang yang berpuasa ditulis sendiri oleh Allah ‘Azza wa-Jalla:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ اِلاَّ الصَّوْمَ ، فَاِنَّهُ لِيْ وَاَنَا اَجْزِى بِهِ ولِخُلُوْفِ فَمِ الصَّائِمِ اَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ.

"setiap amal kebaikan Bani Adam (ditulis oleh malaikat) pahlanya, kecuali orang yang berpuasa sesungguhnya ia adalah bagiKu dan Akulah yang memberinya pahala puasanya. Dan bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah dari bau kasturi".[5]

Bagi mereka yang berpuasa selain meninggalkan makan dan minumnya kemudian meninggalkan juga syahwat-serakahnya, maka Allah akan menganugerahkan kepadanya dua kegembiraan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam:

يَقُوْلُ عَزَّ وَجَلَّ : اَلصَّوْمُ لِيْ وَاَنَا اَجْزِيْ بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَاَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ اَجْلِيْ ، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ ، فَرْحَةٌ حِيْنَ يُفْطِرُ ، وَفَرْحَةٌ حِيْنَ يُلْقَى رَبَّهُ.

"Azza Wajalla berfirman: Puasa itu untuk Aku dan Akulah memberinya pahala. Ia meninggalkan syahwatnya, makanannya dan minumannya kerana Aku. Puasa itu perisai. Bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan semasa berbuka dan kegembiraan semasa menemui Tuhannya".[6]

كُلُّ حَسَـنَةٍ يَعْمَلُهَا ابْنُ آدَمَ فَلَهُ عَشْرُ اَمْثَالِهَا اِلاَّ الصِّيَامَ لِيْ وَاَنَا اَجْزِيْ بِهِ

"(Hadis Kudsi): Segala kebaikan yang dikerjakan oleh anak Adam baginya sepuluh kebaikan sepertinya, kecuali puasa, ia untukKu dan Aku sendirilah yang memberi ganjarannya".[7]

اِنَّ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَيْنِ ، اِذَا اَفْطَرَ ، وَاِذَا لَقِيَ اللهَ فَجَزَاهُ فَرِحَ.

"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan, (pertama kegembiraan) apabila berbuka dan (kedua kegembiraan) apabila menemui Allah. Maka Allah akan memberinya balasan maka itulah kegembiraan" [8]

وَمَنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصِّيَامِ

"Dan sesiapa yang tergolong orang yang berpuasa, ia akan dipanggil (ke syurga) melalui pintu puasa".[9]

Di samping menunaikan kewajipan puasa maka sesiapa yang menambah ibadahnya dengan amalan-amalan sunnah (tatawu’) seperti bertarawikh, bertadarus, berzikir (mengikut secara sunnah), bersedekah dan sebagainya untuk bertaqarrub kepada Allah dengan penuh keimanan, tunduk, khusyu', ikhlas, sabar dan meninggalkan dosa-dosa besar, maka diberikan kepadanya pengampunan serta pahala yang amat besar. Sebagaimana firman Allah:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِيْنَ وَالْقَانِتَاتِ ، وَالصَّادِقِيْنَ وَالصَّادِقَاتِ ، وَالصَّابِرِيْنَ والصَّابِرَاتِ ، وَالْخَاشِعِيْنَ وَالْخَاشِعَاتِ ، وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ ، وَالصَائِمِيْنَ وَالصَّائِمَاتِ ، وَالْحَافِظِيْنَ فَرُوْجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ ، وَالذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًاوَالذَّاكِرَاتِ اَعَدَّاللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَاَجْرًاعَظِيْمًا

"Sesungguhnya lelaki dan perempuan yang muslim, lelaki dan perempuan yang mukmin, lelaki dan perempuan yang tetap taat dalam ketaatannya, lelaki dan perempuan yang benar, lelaki dan perempuan yang sabar, lelaki dan perempuan yang khusyuk, lelaki dan perempuan yang bersedekah, lelaki dan perempuan yang berpuasa, lelaki dan perempuan yang memelihara farajnya (kehormatannya), lelaki dan perempuan yang banyak mengingati Allah, Allah menyediakan bagi mereka keampunan dan pahala yang besar".[10]

Bagi orang yang berpuasa kemudian diiringi puasanya dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, maka selain diampunkan dosa-dosanya yang lalu dan mendapat pahala yang besar, maka ia juga dimasukkan ke dalam golongan orang-orang siddiqin, syuhada dan solehin sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُـوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابَا غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ لَهُ مِنْ ذَنْبِهِ

"Dari Abi Hurairah radiallahu 'anhu berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam: Barangsiapa yang bangun (menghidupkan ibadah) dibulan Ramadan dengan penuh keimanan dan ihtisab (mengharapkan balasan yang baik), maka diampunkan dosanya yang telah lalu".[11]

Dan diriwayatkan dari Amr bin Murrah al-Juhani radiallahu 'anhu:

"Datang seorang lelaki kepada Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam lalu ia berkata: Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku bersaksi bahawa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku solat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku berpuasa Ramadan dan solat tarawih di malam harinya, termasuk golongan manakah aku? Baginda menjawab: Termasuk golongan siddiqin dan syuhada".[12]